Minggu, 20 Januari 2013
Kasus Etika Profesi Akuntansi
ETIKA
PROFESI AKUNTANSI
“
KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI “
4
EB 15
DISUSUN
OLEH :
ACHMAD
MEGANTARA (21209790)
ATDOBEN
LUMBAN GAOL (24209486)
BAGUS
ADHI (23209026)
BAYU
SETIANTO (20209506)
GOMGOM
ARTHUR (26209168)
LINDUBEN
LUMBAN GAOL (24209477)
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
JAKARTA
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan YME
yang telah memberikan berkat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Makalah
ini dengan judul “ Kasus
Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi “ tepat pada waktunya.
Adapun maksud dan tujuan dari Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata
Kuliah
Etika Profesi Akuntansi.
Selesainya Penulisan Ilmiah ini tidak terlepas dari
bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan, baik itu
bimbingan moril maupun materil secara langsung maupun tidak langsung yang
sangat membantu penulis dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih,
penulis sampaikan kepada
Ibu Early
Armein selaku dosen mata kuliah Etika
Profesi Akuntansi yang telah
membantu memberikan masukan kepada penulis untuk pembuatan makalah ini.
Penulis mengucapkan terima kasih dan dengan segala
kerendahan hati semoga Makalah ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan
pengetahuan bagi pembaca guna pengembangan selanjutnya.
Jakarta, November 2012
Penulis
Kasus Sembilan KAP yang
diduga melakukan kolusi dengan kliennya.
Jakarta, 19 April 2001
.Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pihak kepolisian mengusut sembilan
Kantor Akuntan Publik, yang berdasarkan laporan Badan Pengawas Keuangan dan
Pembangunan (BPKP), diduga telah melakukan kolusi dengan pihak bank yang pernah
diauditnya antara tahun 1995-1997.
Koordinator ICW Teten
Masduki kepada wartawan di Jakarta, Kamis, mengungkapkan, berdasarkan temuan
BPKP, sembilan dari sepuluh KAP yang melakukan audit terhadap sekitar 36 bank
bermasalah ternyata tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit.
Hasil audit tersebut ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya sehingga
akibatnya mayoritas bank-bank yang diaudit tersebut termasuk di antara
bank-bank yang dibekukan kegiatan usahanya oleh pemerintah sekitar tahun 1999.
Kesembilan KAP tersebut adalah AI & R, HT & M, H & R, JM & R,
PU & R, RY, S & S, SD & R, dan RBT & R. “Dengan kata lain,
kesembilan KAP itu telah menyalahi etika profesi. Kemungkinan ada kolusi antara
kantor akuntan publik dengan bank yang diperiksa untuk memoles laporannya sehingga
memberikan laporan palsu, ini jelas suatu kejahatan,” ujarnya. Karena itu, ICW
dalam waktu dekat akan memberikan laporan kepada pihak kepolisian untuk
melakukan pengusutan mengenai adanya tindak kriminal yang dilakukan kantor
akuntan publik dengan pihak perbankan.
ICW menduga, hasil
laporan KAP itu bukan sekadar “human error” atau kesalahan dalam penulisan
laporan keuangan yang tidak disengaja, tetapi kemungkinan ada berbagai
penyimpangan dan pelanggaran yang dicoba ditutupi dengan melakukan rekayasa
akuntansi.
Teten juga menyayangkan
Dirjen Lembaga Keuangan tidak melakukan tindakan administratif meskipun pihak
BPKP telah menyampaikan laporannya, karena itu kemudian ICW mengambil inisiatif
untuk mengekspos laporan BPKP ini karena kesalahan sembilan KAP itu tidak
ringan. “Kami mencurigai, kesembilan KAP itu telah melanggar standar audit
sehingga menghasilkan laporan yang menyesatkan masyarakat, misalnya mereka
memberi laporan bank tersebut sehat ternyata dalam waktu singkat bangkrut. Ini
merugikan masyarakat. Kita mengharapkan ada tindakan administratif dari
Departemen Keuangan misalnya mencabut izin kantor akuntan publik itu,”
tegasnya. Menurut Tetan, ICW juga sudah melaporkan tindakan dari kesembilan KAP
tersebut kepada Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sekaligus
meminta supaya dilakukan tindakan etis terhadap anggotanya yang melanggar kode
etik profesi akuntan.
Analisis :
1) Berdasarkan
kasus pelanggaran di atas, kita dapat mengetahui bahwa 9 KAP yang melaksanakan
tugas pengauditan pada bank-bank bermasalah telah jelas-jelas melanggar kode
etik sebagai seorang akuntan publik. Seperti yang kita ketahui, Fungsi khusus
seorang akuntan publik adalah :
· Membuat
perhitungan tentang layanan yang dicapai oleh pemerintah kemudian menilai apakah
pimpinan pemerintah telah melaksanakan tugas-tugas dan kewajiban yang telah
ditugaskan kepadanya oleh para pemilik.
· Membantu
mengamankan dan mengawasi semua hak dan kewajiban pemerintah, terlebih lagi
dari segi ukuran finansial.
· Menyediakan
informasi yang sangat berguna kepada para pihak yang berkepentingan seperti
pertumbuhan ekonomi suatu wilayah pertumbuhan pendidikan, pertumbuhan
pendapatan per kapita dan lain sebagainya.
· Melihat
efektivitas dan efisiensi kinerja ekseklusif di dalam melaksanakan tugas dan
kewajibannya.
Sedangkan
peranan akuntan publik adalah :
· Membuat
keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya yang terbatas termasuk
identifikasi bidang keputusan yang rumit dan penetapan tujuan serta sasaran
organisasi.
· Mengarahkan
dan mengendalikan secara efektif sumber daya ekonomi dan sumber daya manusia
yang ada di dalam organisasi.
· Menjaga
dan melaporkan kepemilikan atas sumber daya yang dikuasai organisasi.
Berdasarkan
Fungsi Khusus dan Peranan seorang akuntan publik, 9 KAP yang melakukan
kecurangan terhadap Negara dengan memberikan laporan keuangan plasu, dapat
dikategorikan sebagai tindakan korupsi, karena mereka secara sengaja melakukan
pemalsuan tersebut. Bukan hanya Negara yang dirugikan, namun masyarakat juga
dapat dirugikan karena laporan yang KAP buat seolah-olah menandakan bank-bank
tersebut dalam keadaan sehat. Seorang akuntan publik yang baik, harus
mencerminkan sosok yang jujur dan independent. Agar tidak melakukan manipulasi
dan fraud terhadap laporan yang akan di audit.
2) Terjadinya
kecurangan yang di lakukan oleh self regulation atau perikatan, dari KAP
tersebut yang menyebabkan kemungkinan melakukan pemalsuan laporan keuangan yang
diperiksanya, dan bukan human error tetapi sudah dlakukannya pengsiasatan untuk
menutupi laporan keuangan dari badan tersebut. Dan mengambil hak masyarakat
halayaknya.
3) Dari
sisi mentalitas, orang-orang yang menjadi tersangka dalam kasus ini merupakan
orang-orang yang tidak tahu betul yang dinamakan etika dalam profesi akuntansi
karena mereka telah melanggar kode etik dalam tanggung jawab dari tugas mereka
tersebut. Jika seandainnya kasus ini tidak terungkap mungkin tindakan mereka
terus dilakukan dan bisa menjadi contoh buruk bagi generasi kedepan.
Solusi
:
1)
Dari analisis yang telah dibuat, solusi
yang dapat ditempuh yaitu dengan cara melakukan pengawasan terhadap setiap
laporan yang telah dipublikasikan, dan memberikan pelanggaran yang berat kepada
seluruh akuntan publik yang telah terdaftar jika melakukan kecurangan. Peranan
BPKP juga harus lebih diperketat dalam mengawasi keuangan pembagunan agar fraud
dapat diminimalisasikan.
2)
Sebaiknya,
sebagai profesi akuntan publik di dalam setiap penugasan jasa atestasi, seorang
akuntan publik diwajibkan besikap indenpenden terhadap semua stakeholder
perusahaan atau ppun yang lainnya, karna merupakan out put pernyataan akuntan
publik atas asersi yang di periksanya, dan itu pun merupakan sebuah laporan
keuangan atau informasi keuangan lainnya yang dibutuhkan untuk masyarakat umum
atau sebagainya. Jadi, bila ada sedit kecurangan sedikit saja akan
sangat-sangat merugikan , dan seorang akuntan publik pun harus memiliki asas
moral dan asas kepercayaan agar tidak ada lagi yang namanya
kecurangan-kecurangan di dalam sebuah perikatan KAP.
3)
Seorang akuntan publik harusnya terlatih
dengan tindakan-tindakan korupsi seperti ini. Jika ada perusahaan yang ingin
berusaha melakukan penyuapan agar laporan keuangan dari perusahaan tersebut
dapat dimanipulasi, akuntan public tersebut harusnya dapat menolak dan benar-benar
berlaku jujur dalam pengauditan laporan keuangan.
DAFTAR
PUSTAKA
1)
anwarsyam. 2012. Fungsi dan Peranan
Besar Internal Auditor.
http://anwarsyam.staff.ipb.ac.id/2012/03/14/fungsi-dan-peranan-besar-internal-auditor/
. Di akses pada 14 Maret 2012
2)
kerockan. 2010. Fungsi dan cara kerja
akuntansi publik.
http://kerockan.blogspot.com/2010/10/fungsi-dan-cara-kerja-akuntansi-publik.html.
Di akses pada 14 Oktober 2010.
3)Aniesrusyantini. 2012. Kasus-kasus
pelanggaran etika profesi akuntansi. http://aniesrusyantini.blogspot.com/2012/01/kasus-kasus-pelanggaran-etika-profesi.html.
Di akses pada 12 January 2012.
4) K.
Bertens, 1994, Etika, Jakarta : Gramedia Utama.
Senin, 15 Oktober 2012
Tugas Softskill 1 Etika Profesi Akuntansi
Nama : Atdoben Lumban Gaol
Kelas : 4 EB 15
NPM : 24209486
Mata Kulih :Tugas Softskill 1 Etika Profesi Akuntansi
1) Pengertian
Filsafat
Menurut Pudjo Sumedi AS., Drs.,M.Ed. dan Mustakim, S.Pd.,MM, Istilah dari filsafat berasal bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring
perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti :
”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis;
“philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan
“falsafah” dalam bahasa Arab.
Menurut saya filsafat adalah pandangan hidup seseorang yang sudah ada dan susah untuk diubah mengenai cara berfikir untuk menjalani kehidupanya.
Menurut saya filsafat adalah pandangan hidup seseorang yang sudah ada dan susah untuk diubah mengenai cara berfikir untuk menjalani kehidupanya.
2) Pengertian
Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.
Menurut saya etika adalah suatu ilmu
mengenai apa yang baik dan buruk, nilai-nilai, norma-norma moral yang menjadi
pegangan seserang dalam mngatur tingkah lakunya sehari-hari.
Etika saya sebagai mahasiswa adalah :
1. Tidak
berbica secara kasar.
2. Saling
menghargai dan menghormati sesama.
3. Tidak
ikut unjuk rasa.
4. Menjaga
nama baik universitas.
5. Menjalankan
tugas dengan baik sebagai mahasiswa.
Etika
saya sebagai anak dalam keluarga adalah :
1. Menghormati
dan menghargai orang tua.
2. Menjaga
diri supaya tidak melakukan hal yang dapat merusak nama baik keluarga.
3. Mematuhi
aturan yang sudah dibuat orang tua.
4. Berbicara
sopan kepada orang tua dan saudara.
5. Saling
membantu sesama saudara.
Daftar Pustaka :
Indahwardani.2011.Pengertian Etika Profesi. http://indahwardani.wordpress.com/2011/
/11/pengertian-etika-profesi-etika-profesi-dan-kode-etik-profesi/
Tanbihun. 2010. Pengertian Filsafat. http://tanbihun.com/pendidikan/definisi-atau-pengertian
filsafat-dan-ilmu-pengetahuan-serta-perbedaannya/#.UJFWLO8hvjA.
Daftar Pustaka :
Indahwardani.2011.Pengertian Etika Profesi. http://indahwardani.wordpress.com/2011/
/11/pengertian-etika-profesi-etika-profesi-dan-kode-etik-profesi/
Tanbihun. 2010. Pengertian Filsafat. http://tanbihun.com/pendidikan/definisi-atau-pengertian
filsafat-dan-ilmu-pengetahuan-serta-perbedaannya/#.UJFWLO8hvjA.
Senin, 30 April 2012
Tugas Softskill bahasa inggris ke 3
1. I was invited to dinner
2. the phonograph was inventored by Thomas Edison.
3. an island is surrounded by water.
4. our hotel room will be cleaned by a maid.
5. the leaky foucet is going to be fixed by a plumber.
6. the sick child has been examined by a doctor.
7. james swan was arrested by police.
8. spanish is spoken by a large number of people.
9. the letter is going to be answered by secretary.
10. carlos is confused by teacher's explanation.
11. i was embarrassed by my miastake.
12. the children is fascinated by helicopters.
13. the hamlet was written by shakespeare.
14. i wiil be amazed by that news.
3. an island is surrounded by water.
4. our hotel room will be cleaned by a maid.
5. the leaky foucet is going to be fixed by a plumber.
6. the sick child has been examined by a doctor.
7. james swan was arrested by police.
8. spanish is spoken by a large number of people.
9. the letter is going to be answered by secretary.
10. carlos is confused by teacher's explanation.
11. i was embarrassed by my miastake.
12. the children is fascinated by helicopters.
13. the hamlet was written by shakespeare.
14. i wiil be amazed by that news.
Minggu, 11 Maret 2012
History Argentina National Football Team ( Softskill English )
The Argentina National Team ( (Spanish: Selección de fútbol de Argentina) Repsent Argentina in association and controlled by the Argentine football Association ( AFA ) the governing body for football in Argentina. Argentina's home stadium is Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti and their head coach is Alejandro Sabella. Argentina has won the Copa América tournament 14 times. The team is currently tenth in the FIFA World Rankings.
Argentina has twice won the FIFA World Cup, in 1978 and 1986. Along with Brazil and Spain, they are the only teams that have won the competition outside their continental zone. Argentina has also won the Copa América (top continental competition) 14 times, the FIFA Confederations Cup in 1992 and the Olympic tournament in 2004 and 2008.
Argentina and France are the only two national teams that have won the three most important men's titles recognized by FIFA: the World Cup, the Confederations Cup, and the Olympic tournament. They have both also won their respective continental championship (Copa América for Argentina, and UEFA European Football Championship for France).
Argentina is known for having rivalries with Uruguay, Brazil, Colombia, Germany and England due to historic occurrences with one another throughout Football history.
Argentina entered the 1978 World Cup and was placed in Group A and finished second in their group behind Italy. Since Argentina finished second in their group they were eligible to advance onto the second round. In the second round Argentina was placed in Group 1 with their South American rivals, Brazil. In their first game, Argentina beat Poland 2-0, with both goals from Mario Kempes. Their next game was against South American powerhouse Brazil in which the game ended with a 0-0 draw. Their last second round group game was against Peru in which Argentina easily defeated with a 6-0 win. Argentina were able to edge out Brazil in the group and went onto the finals.
Argentina faced the Netherlands in the 1978 World Cup final. Mario Kempes gave Argentina a lead in the 38th minute but the Dutch were able to respond in the 82nd minute with a goal of their own. The game went to extra time and Mario Kempes once again gave the Argentinians a lead and Daniel Bertoni added another goal which sealed the win for Argentina. Argentina became the second South American team to win the World Cup at their home country.
Piala Dunia 1986
Argentina entered the 1978 World Cup and was placed in Group A and finished second in their group behind Italy. Since Argentina finished second in their group they were eligible to advance onto the second round. In the second round Argentina was placed in Group 1 with their South American rivals, Brazil. In their first game, Argentina beat Poland 2-0, with both goals from Mario Kempes. Their next game was against South American powerhouse Brazil in which the game ended with a 0-0 draw. Their last second round group game was against Peru in which Argentina easily defeated with a 6-0 win. Argentina were able to edge out Brazil in the group and went onto the finals.
Argentina faced the Netherlands in the 1978 World Cup final. Mario Kempes gave Argentina a lead in the 38th minute but the Dutch were able to respond in the 82nd minute with a goal of their own. The game went to extra time and Mario Kempes once again gave the Argentinians a lead and Daniel Bertoni added another goal which sealed the win for Argentina. Argentina became the second South American team to win the World Cup at their home country.
World Cup 1986
After failing to reach the semi-finals in the 1982 World Cup, Argentina entered the 1986 World Cup with hope because of one player, Diego Maradona. Argentina was placed in Group A alongside Italy, Bulgaria, and South Korea. In their first game, Argentina was able to beat South Korea 3-1. Their second game was against Italy, a tougher opponent. Italy was able to take lead in the 6th minute but Diego Maradona responded with a goal in the 34th minute. The game later ended with a 1-1 draw. Their last group game was against Bulgaria which resulted in a 2-0 Argentina win.
Argentina entered the Round of 16 against their South American rival, Uruguay. The game ended in a 1-0 win for Argentina. Next, Argentina moved on to the quarter-finals playing England. The game started very evenly, with both teams getting chances to score but none were able to finish. The first-half ended with Argentina having the majority of possession but unable to get pass a tough defense. Six minutes following the second half Diego Maradona scored a controversial goal in which he used his hand; dubbed the Hand of God. The goal began with a defensive error from Steve Hodge who passed the ball incorrectly back to the goalkeeper, Peter Shilton. At that time Diego Maradona was still continuing his run and reached the ball first and netted it in with his left fist. After the goal, Maradona encouraged his teammates to embrace the goal so the referee would allow it. After just four minutes from the Hand of God goal, Diego Maradona scored a goal in which people called "The Goal of the Century" because of the individual effort of Maradona. Maradona passed five English midfielders and dribbled around the goalkeeper and scored the goal. Argentina beat England, 2-1. Argentina defeated Belgium 2-0 in the semi finals to advance to the finals with West Germany. Argentina won a thrilling game in which they won their second World Cup title. Jose Luis Brown opened the scoring for Argentina. Argentina increased the lead with a goal from Jorge Valdano. Germany started a comeback with goals from Karl-Heinz Rummenigge and Rudi Voller which evened the game at 2-2. Jorge Burruchaga scored the winning goal in the 83rd minute giving Argentina a 3-2 victory over Germany.
World Cup 2006
Argentina had been eliminated at the group stage at Korea/Japan 2002 FIFA World Cup, although they had been among the pre-tournament favorites. There was a high expectation of a better performance in the 2006 FIFA World Cup in Germany.
Argentina qualified for the knockout stages with wins over Ivory Coast (2–1) and Serbia and Montenegro (6–0), and a 0–0 draw with the Netherlands.
In the round of sixteen, Argentina defeated Mexico 2–1 in extra-time, the winning goal by Maxi Rodríguez winning an online poll organized by FIFA, as the best goal of the World Cup. In the quarter final, they lost 4–2 in a penalty shootout against hosts Germany after a 1–1 draw. A brawl erupted between the Argentines and Germans after the game ended. Unused substitute Leandro Cufré was sent off for kicking Per Mertesacker, while Maxi Rodríguez hit Bastian Schweinsteiger from behind. Following an investigation of video evidence, FIFA doled out 4-game and 2-game suspensions for Cufre and Rodriguez, respectively. Germany's Torsten Frings was suspended for the semifinal match for punching Julio Ricardo Cruz.
Shortly after the elimination, coach José Pekerman resigned from his position. AFA appointed Alfio Basile, who had previously managed the national side during the 1994 FIFA World Cup.
Copa América 2007
Argentina won all three games in the group stage, beating United States, Colombia and Paraguay. After convincing victories over Peru and Mexico in the quarter final and semi final respectively, they were favorites to beat Brazil in the final, but were defeated 0–3.World Cup 2010
Prior to the World Cup, Diego Maradona was appointed head coach. Argentina was placed in Group B in the 2010 World Cup and won all their games in that group. Their first game was against Nigeria, Argentina netted a goal in the 6th minute but struggled to add another one throughout the game. The game ended with a 1–0 victory for Argentina. Their second game was against South Korea. This time Argentina was able to find the net more easily with a hat trick from Gonzalo Higuaín and a own goal from the opposing team. Argentina won the game 4–1. Argentina's last group game was against Greece in which they won 2–0.
Argentina then advanced to the Round of 16 and played Mexico. The game started with controversy when Carlos Tévez headed a ball from Lionel Messi for a goal. Replay clearly shows that Carlos Tevez was offside. Eventually, Argentina beat Mexico 3–1 to advance to the quarter-finals. In a much hyped game Argentina was shocked after Germany thrashed them with a 4-0 win. Thomas Müller opened the scoring in the 3rd minute, Miroslav Klose had a brace, and Arne Friedrich netted a goal as well. Their 4–0 loss to Germany marked the end of Argentina in the 2010 World Cup.
Copa America 2011
The 2011 Copa America was the first major tournament for new coach Sergio Batista. Argentina started the 2011 Copa America with a shocking 1–1 tie against underdogs Bolivia. In their second game, they had a goalless draw against Colombia in Santa Fe but went on to win their third game 3–0 against Costa Rica.
Argentina was to play Uruguay in the quarterfinals. After going down in 5 minutes to a Diego Pérez goal, Gonzalo Higuain equalized in the 17th minute. The score remained unchanged and Argentina lost 5–4 in a penalty shootout with a miss from Carlos Tevez.
After the elimination, coach Sergio Batista was sacked, to be replaced by former Estudiantes coach Alejandro Sabella
Kebanyakan pemain tertutup
Pada 29 Februari 2012, sepuluh pemain dengan caps terbanyak untuk Argentina adalah:| # | Nama | Karier | Caps | Tujuan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Javier Zanetti | 1994-sekarang | 145 | 5 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 2. | Roberto Ayala | 1994-2007 | 115 | 7 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 3. | Diego Simeone | 1988-2002 | 106 | 11 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4. | Oscar Ruggeri | 1983-1994 | 97 | 7 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 5. | Diego Maradona | 1977-1994 | 91 | 34 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 6. | Ariel Ortega | 1993-2010 | 87 | 17 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 7. | Javier Mascherano | 2003-sekarang | 79 | 2 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 8. | Gabriel Batistuta | 1991-2002 | 78 | 56 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9 | Juan Pablo Sorin | 1995-2006 | 76 | 12 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 10 | Américo Gallego | 1975-1982 | 73 | 3 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Juan Sebastián Verón | 1996-2010 | 73 | 9 |
Pencetak Gol Top
Pada 29 Februari 2012, sepuluh pemain dengan gol terbanyak untuk Argentina adalah:| # | Nama | Karier | Tujuan | Caps |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Gabriel Batistuta | 1991-2002 | 56 | 78 |
| 2. | Hernán Crespo | 1995-2007 | 35 | 63 |
| 3. | Diego Maradona | 1977-1994 | 34 | 91 |
| 4. | Luis Artime | 1961-1967 | 24 | 25 |
| 5. | Leopoldo Luque | 1975-1981 | 22 | 45 |
| =. | Lionel Messi | 2005-sekarang | 22 | 67 |
| =. | Daniel Passarella | 1976-1986 | 22 | 70 |
| 8. | José Sanfilippo | 1956-1962 | 21 | 29 |
| =. | Herminio Masantonio | 1935-1942 | 21 | 19 |
| 10. | Mario Kempes | 1973-1982 | 20 | 43 |
Sources of www.wikipedia.org
Langganan:
Postingan (Atom)